Cerita dari Kota Emas Timika

8 Nov

Sdr. Bernard Koten, Ofm

Bersyukur dan berterima kasih kepada Allah merupakan suatu kewajiban dan keharusan dari umat-Nya, karena iman dan keterlibatan Allah dalam seluruh kehidupan umat-Nya. Sebagai umat beriman, kita percaya bahwa Dia selalu menyertai dan bercampurtangan dalam segala usaha, niat, cita-cita dan mimpi kita. Seperti Bapa kita Fransiskus Assisi yang selalu mengakui dirinya hanyalah debu dan penuh cacat cela dan dosa. Hal ini menunjukkan bahwa Bapa Fransiskus Assisi menyadari bahwa seluruh hidupnya ada dalam perlindungan dan penyertaan Tuhan. Senada dengan itu, pada bulan Oktober ini haruslah dan sepatutnyalah sebagai pengikut Bapa Fransiskus, kita bersyukur bahwa begitu melimpahnya berkat dan anugerah yang diberikan kepada Persaudaraan Fransiskan di seluruh dunia khususnya kita di tanah Papua ini. Setelah bersama-sama merayakan hari raya Bapa kita Fransikus Assisi dan khususnya di Timika ada penerimaan anggota OFS serta pengucapan kaul. Pada tanggal 8 oktober 2010 bersyukur atas rahmat tahbisan diakon kedua saudara kita yakni Sdr. Stefanus Sabinus, Ofm dan Agustinus Lobya Yerwuan, Ofm. Ditambah dua Diakon dari Projo Keuskupan Timika yakni, Diakon Damianus Adii, Pr dan Yoakim Tekege, Pr. Dengan tahbisan yang mereka terima semakin meyakinkan dunia bahwa para fransiskan siap melayani dan mewartakan Tuhan dalam kehidupan ini.

Ucapan syukur dan terima kasih ditujukan juga kepada para ‘alat‘ Tuhan, yakni Pater Tarsi Awe yang telah membimbing dan mempersiapkan keempat saudara kita (dua fransiskan dan dua projo) untuk menerima tahbisan suci ini. Rasa terima kasih sepantasnya juga ditujukan kepada Ibu Rosa dan Oncu yang telah meluangkan waktu dan tenaga dalam penyajian makanan dan minuman bagi peserta retret. Terima kasih juga dialamatkan kepada Keuskupan Timika yang telah mefasilitas kelancaran dalam retret ini. Terima kasih dialamatkan kepada Mgr. Jhon Saklil, Pr yang telah mengurapi kedua saudara kita ini.

Sepintas kegiatan yang dilewati dalam menyognsong tahbisan suci ini, yakni, pada tanggal 23 – 30 September retret para diakon di Komunitas St. Benedetto Sempan.  Bersama dengan umat di Keuskupan Timika, kami merayakan pesta iman yakni, pada tanggal 6 October penancapan patung Mbitoro dari sukunya Saudara Alfred Orora, suku Komoro. 7 October konsekrasi dan peresmian Gereja Katedral Tiga Raja Timika, 8 October penabisan empat diakon dan dua imam.  Selama tiga hari tersebut ruas jalan utama di kota emas Timika ini menjadi lumpuh. Hal ini bukan saja arena umat katolik yang merayakan tetapi banyak masyarakat kota Timika menyaksikan pesta iman ini.

Kehadiran Duta Besar Vatikan untuk Indonesia dan para uskup menambah kota Timika dalam pengamanan yang begitu ketat oleh para aparat keamanan. Kami dari di Komunitas St. Benedetto Sempan dan Rivortoto Mapurjaya sangat berbahagia dengan kehadiran para saudara kita yang datang dalam pesta iman ini. Terima kasih atas kunjungan dari para saudara Br Yan, Br. Yosep, Pater Paul, Mgr. Allo, Pater Tarsi, Pater Lian dan Pater Kustos. Mereka tidak hanya sekedar datang untuk memenuhi undangan tetapi lebih dari itu bahwa kunjungan dan kehadiran para saudara turut memberikan dukungan sepenuhnya kepada kedua diakon kita yang baru ditahbiskan ini.

Sepertinya kebahagiaan menjadi lengkap dengan kunjungan dari Definitor General Pater Paskalis Syukur di Komunitas St. Benedetto Sempan dan Rivortoto Mapurjaya pada tanggal 9 dan 10 October. Semuanya menunjukan bahwa kehidupan sebagai bersaudara harus dan terus kita hidupi dalam persaudaraan kita ini. “Kita dapat hidup sendiri karena rasa persaudaraan itu harus dan terus melekat dalam kehidupan kita sebagai fransiskan”, begitulah ungkapan dari Pater Paskalis Syukur dalam kunjungannya. Wa..wa… pater… terima kasih atas kunjungannya.

Rasa syukur ini, kami satukan dengan resepsi bersama pada tanggal 9 October dengan Diakon Gusty dan Stef di rumah keluarganya Diakon Gusty dan pada tanggal 10 October di Komunitas St. Benedetto Sempan bersama dengan IPAR (Ikatan Persaudaraan Religius) serta OFS. Terima kasih Tuhan, terima kasih Bapa Fransiskus dan terima kasih semuanya. Sehingga benarlah kita semua seperti yang dikatakan dalam motto Diakon Agustinus Lobya Yerwuan, ““Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” ( Yoh 3:30)
 
“Berilah kami ya Tuhan semua perasaan yang peka dan budi yang cerah agar kami semua dapat melaksanakan perintahMu yang kudus dan takkan menyesatkan”
                                              

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: