Kata Pengantar

12 Dec

Fransiskus selalu mempunyai alasan untuk bersyukur kepada Tuhan. Rasa syukurnya tidak sebatas lip service tetapi sungguh menukik dalam kalbunya. Tengoklah bagaimana ia membiolakan sebatang kayu. Pun pula bagaimana ia menari-nari di atas salju yang dingin tanpa alas kaki. Ia sungguh menjadi contoh kedisiplinan (disciple; murid) yang setia pada pilihan hidupnya.

Kedisiplinan dan kesetiaan itulah yang diangkat oleh kustos pada kesempatan ini dengan bertolak dari pengalaman hidup Sdr.Floor. Sdr.Floor telah menunjukkan sikap sebagai seorang murid yang setia dalam karya pelayanannya selama 50 tahun di Tanah Papua. Sikapnya ini patut dicontohi oleh kita semua yang masih muda dan hijau.

Sembari bercermin pada Sdr.Floor, kita diajak untuk berdoa korona fransiskan pada peristiwa yang ketiga, Bunda Maria melahirkan Kristus tanpa rasa sakit dan kehilangan keperawanannya. Selanjutnya menyimak beberapa pernyataan akhir pertemuan SAAOC beberapa waktu lalu di Puncak. Tak lupa kita akan menelusuri perjalanan Sdr.Jan ke Bade, pengalaman mendampingi kelompok SORPATOM dari Sdr.Edy serta beberapa penggalan refleksi para saudara yang kiranya dapat memperkaya hidup kefransiskanan kita.

Sekedar informasi, mulai tahun depan, duta damai akan terbit dengan edisi Januari dengan berita/kegiatan pada Desember. Karena alasan itulah maka pada edisi kali ini digabung, November dan Desember.

Para saudara, selamat membaca!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: