EVALUASI HPF LEMBAH BALIM TAHUN 2010

22 Feb

Sdr. Paul Tumayang Tangdilintin OFM

Seperti sudah diketahui bersama, bahwa keluarga besar pengikut Bapa Fransiskus yang berkarya di Lembah Balim sejak dulu selalu mengadakan kegiatan bersama yang dikemas dalam satu istilah: Hari Persaudaraan Fransiskan (HPF).

Tujuan dari kegiatan bersama ini, selain untuk saling mempererat Persaudaraan, saling mendukung dan meneguhkan dalam panggilan, juga sebagai kesempatan untuk mendalami spiritualitas atau merayakan hari-hari Fransiskan bersama-sama. Pun pula, bila ada Saudari/a yang merayakan ulang tahun/pesta nama. Kegiatan bersama yang mau diadakan, biasanya dibicarakan bersama pada awal tahun yang didahului dengan evaluasi kegiatan yang telah berjalan tahun sebelumnya.

Untuk maksud dan tujuan sebagaimana terurai di atas, maka hari Minggu sore, 23 Januari 2011 semua pengikut Fransiskus, kecuali Sdr. Domin dan Sdr. Frans yang berhalangan hadir, kami berkumpul untuk mengevaluasi kegiatan 2010, pemilihan pelancar yang baru dan penyusunan program untuk tahun 2011.

Setelah bercengkerama sejenak sambil menikmati makanan ringan yang disiapkan oleh para Saudari komunitas Kurulu, maka pukul 17.00 kegiatan pertemuan dimulai. Keegiatan dipandu langsung oleh Sdr. Paul mewakili Sdri M. Bonita FSGM dan Sdri. M. Magrid FSGM yang diberi kepercayaan untuk menjadi pelancar kegiatan tahun 2010.

Setelah melalui perbincangan serius dalam semangat Persaudaraan sebagai sesama Saudara-Saudari Dina, kami merumuskan beberapa hal berikut ini:
1. Kegiatan HPF akan tetap dipertahankan karena setiap Saudara/i sungguh merasakan manfaatnya.
2. Kegiatan tahun tahun 2010 semua berjalan dengan baik. Tidak ada kegiatan yang tidak terlaksana. Semua Saudara/i terlibat dengan aktif. Komunitas yang menjadi tuan rumah pertemuan juga mempersiapkan diri dengan baik. Kebiasaan koordinator kegiatan, yang selalu mengingatkan beberapa hari sebelum kegiatan tiba, amat membantu dan sebisanya dipertahankan.
3. Dari 7 kegiatan yang telah dijalankan selama tahun 2010, yang paling berkesan dan mendapat apresiasi dari sejumlah umat adalah pesta Bapa Fransiskus, tanggal 4 Oktober 2010. Perayaan ini dirayakan bersama umat di Kapela Mulele yang mengambil nama pelindung St. Fransiskus Asisi. Kapela ini berada dalam lingkungan V Paroki Kristus Jaya Wamena. Mayoritas umatnya dari suku Mee. Respons umat yang positif itu nampak dalam sumbangan bahan-bahan untuk bakar batu seperti daging wam, uang, ubi, sayur, tenaga pemasak, dan lain-lain. selain itu, sejak pagi sampai sore, para Saudara/i sendiri menyatu dengan umat untuk mempersiapkan perayaan di Kapela Mulele seperti memasang tenda, dekorasi, angkat kursi, dan lain-lain.
4. Diusulkan agar model perayaan bersama umat pada pesta Bapa Fransiskus untuk tahun 2011 dipertahankan. Sudah diusulkan beberapa alternatif; perayaan di salah satu kapela yang umatnya mayoritas orang Balim, bersama anak jalanan, anak panti asuhan, ataupun narapidana di penjara. Para Saudara/i diminta untuk melihat kemungkinan-kemungkinan itu. Bulan Agustus 2011, diharapkan sudah ada kepastian.
5. Rekoleksi dengan metode dibuka bersama pada Sabtu sore (pertemuan bulan Mei 2010), kemudian pulang dan merenung masing-masing di komunitas, lalu Minggu sore berkumpul lagi untuk melanjutkan rekoleksi, kurang efektif dan tidak mengena. Diusulkan agar rekoleksi diadakan satu hari penuh serta kalau memungkinkan diadakan di alam terbuka.
6. Untuk menunjang kegiatan bersama maka iuran Rp. 25.000/orang tetap dipertahankan. Subsidi Rp. 200.000/komunitas yang menjadi tuan rumah kegiatan juga tetap dipertahankan.
7. Diusulkan agar setiap pertemuan dibuatkan notulen yang selanjutnya dapat dibagikan ke semua komunitas.
8. Dari segi keuangan: pemasukan tahun lalu sebesar: Rp. 6.450.000. Sumber pemasukan: iuran anggota, Sumbangan Kring V: 1 juta, sumbangan ibu Monika Wali Rp. 500.000,- Sumbangan Asrama Puteri Sinapub Rp. 500.000. Kolekte Rp. 650.000. Pengeluaran Rp. 5.698.000. Saldo Rp. 1.607.000,-
9. Meskipun tidak hadir dalam pertemuan Evaluasi karena melayani umat di Musatfak, Sdr. Frans Lieshout sempat membe rikan masukan “agar kualitas setiap pertemuan diperhatikan”. Betul bahwa dengan bertemu saja, unsur persaudaraan sudah terwujud, namun kita tidak hanya sekedar bertemu saja. Beliau lalu memberi contoh pertemuan terakhir di Kimbim. Sesudah ibadat tobat dan misa, sejumlah saudara (komunitas postulan Pikhe) sibuk memancing ikan dan tidak pusing lagi dengan kebersamaan. Waktu makan bersama juga tidak hadir. Maka pertanyaannya: ini datang untuk mancing…..atau apa…….. Sebuah masukan yang sangat berharga dari seorang Saudara yang sudah kenyang dengan berbagai pengalaman hidup, yang kiranya perlu mendapat perhatian dari setiap Saudara/i.

Sesudah mengevaluasi semua kegiatan tahun 2010, maka langkah berikutnya adalah memilih Saudara/i yang menjadi pelancar kegiatan selama tahun 2011. Setelah melalui perdebatan yang cukup panjang dan alot, maka Sdr. Paul akhirnya dengan berat hati bersedia untuk kembali menjadi koordinator kegiatan untuk tahun 2011. Kesediaan ini disertai dengan catatan hanya tahun 2011 saja, sedangkan tahun 2012 harus dipilih koordinator yang baru. Demikian juga Sr. M. Bonita FSGM tetap sebagai sekretaris dan Sr. M. Magrid FSGM sebagai bendahara.

Sesudah menentukan para Saudara/i yang akan menjadi pelancar kegiatan, selanjutnya diadakan rembug kegiatan yang akan diadakan selama tahun 2011 (liat di tabel “Kegiatan-kegiatan HPF 2011″)

Pukul 18.30, seluruh rangkaian kegiatan berakhir dan dilanjutkan dengan santap malam bersama. Para saudari di Komunitas Yiwika sudah menyiapkan santap malam yang sangat enak. Ada soto, ayam goreng, nasi, sayur, dan lain-lain. Semuanya makan sampai puas.

Terima kasih atas kebersamaan selama tahun 2010. Mari kita berjalan bersama di sepanjang tahun 2011. Meskipun para pelancar kegiatan selama tahun 2011, telah dipilih para saudara/i , namun karena kesibukan dalam tugas utama serta kerapuhan sebagai manusia biasa, maka adalah menjadi tugas dan tanggungjawab setiap saudara/i untuk saling mengingatkan sehingga semua kegiatan bisa berjalan lancar. Mari melangkah maju dan jangan pernah berhenti untuk memulai lagi, karena sampai saat ini kita belum berbuat apa-apa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: