Guratan Lepas dari Auckland, New Zealand-II

21 Mar

Goklian OFM

Menurut Bernie, Komunitas Mount Roskill, tempatku tinggal luasnya sekitar 3 hektare. Pekarangannya ditumbuhi banyak pohon besar dan rumput yang ditata rapi. Suasana tersebut mengundang banyak burung untuk bermukim. Maka amat mudah untuk menemukan burung beranekaragam di pekarangan bermain dan menari-nari. Belum lagi kicauannya yang merdu, membuat situasi sekitar bak taman firdaus. Pagi itu, tanggal 25 Januari, dengan tuntutan Sdr. Peter yang sudah uzur itu, kulakukan kerja tangan membersihkan pekarangan rumah. Udara segar dan angin sepoi-sepoi, tidak mendatangkan rasa lelah. (Saat bekerja, teringatlah aku dengan Sdr. John Kea Kebu yang amat menikmati bekerja di kebun APO sambil beternak ayam serta ikan. Hasil kerja tangan Sdr. John itu, sungguh dapat kami nikmati. Terima kasih John, karena dalam situasi seperti ini aku mengingatmu.

Di sebelah pekarangan biara Mount Roskill, juga terdapat sebuah taman publik yang setiap sore menjadi tempat bagi warga untuk jogging. Ada sebuah rumah tua di situ, yang dulunya merupakan milik Keuskupan Auckland, namun dijual kepada pemerintah karena tak mampu merawatnya. Kini gedung tua yang dulu merupakan rumah seorang pengusaha dan dihibahkan ke keuskupan yang sempat dijadikan panti asuhan, menjadi galeri/museum untuk sesewaktu dibuka kepada publik. Dapat dibayangkan, luasnya biara sekitar 3 hektare ditambah taman publik yang luasnya 2 hektare menjadi lahan luas nan sejuk dan indah untuk dinikmati setiap waktu. Sehabis makan malam (di Auckland, doa malam jam 17.15 dilanjutkan dengan makan malam jam 18.00), sekitar jam 20.00 (matahari masih terang benderang untuk waktu ini) menjadi saat-saat yang asyik untuk jogging. (Muncul niat untuk menurunkan berat badan sebanyak 10 kg dengan jogging selama tinggal di Auckland, menjadi targetku. Mungkinkah? Entahlah, daging domba yang lezat ditambah dengan bir, wine dan” kakak-kakak”nya menjadi tantangan tersendiri untuk mewujudkan target tersebut.).

Tanggal 25 Januari, setelah makan malam, Bernie mengajakku ke sebuah taman publik yang amat terkenal bernama ……… untuk jogging sambil menikmati pemandangan Auckland yang sangat-sangat indah. Di sekitar taman ada beberapa gunung berapi yang sudah tidak aktif. (Jangan pernah membayangkan gunung-gunung di New Zealand setinggi di Papua, karena gunung berapi yang ada di sekitar taman tingginya sekitar puncak Bhayangkara Jayapura.) Banyak orang sambil jogging membawa anjing-anjing piaraan yang terdiri dari beraneka ragam. Mulai dari yang besar sampai yang kecil, dan ada yang kelihatan galak tapi juga ada yang lucu. (Saya teringat dengan Saudara Jan Sjerps, yang suka makan daging anjing sepertiku. Pasti tak akan pernah menikmati daging RW selama di Auckland, meski banyak anjing di sini). Habis jogging, kami ke supermarket. Ada banyak barang yang dijual, sangat lengkap termasuk sambal extra hot buatan Indonesia. Bernie membelikan sebotol buatku. Ada juga ikan segar dan cumi-cumi, namun ternyata Bernie dan orang-orang New Zealand di komunitas Mount Roskill tidak terlalu suka sea food. Jadi aku hanya bisa memandangnya sambil membayangkan warung makan yang ada di pinggir pantai ruko dok II, tempat Pastor Paroki APO nongkrong sewaktu ditraktir umat.

Keesokan harinya, aku ditemani oleh sepupu Phillip yang bernama Tim, pergi ke kampus UNITEC (Institut Teknologi) untuk registrasi, orientasi dan test. Staf pengajar terdiri dari berbagai negara, ada yang dari China, Arab, Vietnam, Jepang dan juga orang New Zeland sendiri. Saat registrasi, kami berjumlah 36 orang. Sebagian besar berpassport China. Tiga dari Jepang, tiga dari Arab, dua dari Vietnam, dan aku dari Indonesia. Unitec merupakan sebuah institut internasional yang terdiri dari 12 jurusan, salah satunya adalah Bahasa Inggris, bidang yang akan kudalami selama sebelas bulan di Auckland. Lahan UNITEC sangatlah luas, sekitar tiga atau empat kali dari komunitas Mount Roskill. Fasilitasnya juga sangat lengkap,ada perpustakaan, laboratorium, cafe, bank, toko, dll. Sebagian fasilitas bisa digunakan secara gratis oleh para student yang terdaftar dan memiliki kartu identitas UNITEC. Setelah semua urusan, sebelum pulang aku dan Tim makan Burger ala Turki. Kupesan burger dengan isi daging anak domba, terasa sangat nikmat. Sungguh, pengalaman menarik yang diakhiri dengan makanan baru nan nikmat buatku.

Mount Roskill, 27 Januari 2012.
Salam hangat, di saat angin sangat dingin di Auckland.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: