Perayaan Syukur 75 Tahun OFM Papua di Jayapura

26 Jul

oleh Lorens Purek OFM

 

Teriring dengan bersitan sang mentari pagi yang menyinari persada bumi Waena, sejumlah rombongan memadati lokasi sekiatar seminari Waena. Pagi nan cerah itu seakan mendukung berlangsungnya perayaan sukuran pesta pancawindu 75 tahun OFM berkarya di Tanah Papua. Perayaan ini dipimpin langsung oleh 3 uskup yaitu Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM sebagai ukup tuan rumah dan selebran utama yang didampingi oleh Mgr. Mikhael Cosmas Angkur, OFM dan Mgr. Aloysius Murwito, OFM.  Perayaan ini berlangsung di aula seminari menengah St. Fransiskus Asisi Waena dan dihadiri sejumlah biarawan-biarawati yaitu  wakil dari OSA, MSC, suster Ssps, PRR, FSGM, DSY, KFSL dan PBHK. Hadir juga wakil dari frater seminari Tinggi Interdiosesan Yerusalem Baru, kelompok Geladi Rohani, Muda Mudi Fransiskan, Orang Muda Katolik paroki St.  Fransiskus Asisi APO dan paroki Sang Penebus Sentani.

Dalam perayaan ini Uskup Mgr. Leo Laba Ladjar menuturkan bahwa Para misionaris yang ada diutus sebagai manusia-manusia biasa. Manusia-manusia beriman, yang memutuskan untuk mengikuti Kristus. Merekalah yang diutus sebagai misonaris. Sebagai manusia memang tidak super power. Mereka malahan berangkat mungkin mulai dengan keraguan. Ada yang berontak dalam hatinya. Ada yang merasa tidak mampu. Tetapi sebagai manusia beriman, mereka membutuhkan rahmat, karena mereka diutus pergi bukan atas kemauannya sendiri tetapi diutus atas kehendak Tuhan.

Bapak Uskup Mgr. Leo Laba Ladjar mengajak seluruh biarawan Fransiskan untuk menaruh kepercayaan bahwa  kita tidak mampu dan kita hanya hidup terus dari jasa-jasa pihak yang tua, bukan hanya provisial Belanda, bukan hanya propaganda fidei tetapi Tuhan sendiri.  Kalau kita sadar maka kita pun percaya bahwa Tuhan sendirilah yang memberikan kasih karuniaNya. Di sini kita perlu berjaga-jaga supaya jangan kita menilai diri kita berdasarkan apa yang sudah berhasil kita buat. Jangan sampai kita menilai karya Tuhan sebagai karya kita. Semakin kita menyadari bahwa kita tidak mampu, kita semakin kuat menyandarkan diri pada Dia yang mengutus kita. Disitulah letak kekuatan yang  sebenarnya. Kerahiman Allah akan nampak pada semuanya itu.

Lebih jauh bapak Uskup Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM mengatakan bahwa semua kesulitan yang dihadapi oleh para misionaris dari  dulu dan yang kita hadapi sekarang ini memang berkurang, tetapi kalau itu direnungkan dalam kaitan dengan kasih karunia Allah dan Yesus Kristus yang merupakan pribadi kasih Allah yang nyata  itu, disitu kita dapat memahami bahwa kita diutus oleh Kristus dan apa yang paling menyibukan kita  dalam karya kita sebagai misionaris dan pewarta Injil ialah membangun hubungan dengan Kristus. Menjadi serupa dengan Dia, supaya Kristus pribadi kasih Allah terus menerus menjadi nyata  dalam kehadiran kita yang juga menjadi tanda kasih Allah kepada sesama.

Bagaimana kasih Kristus menjadi nyata dalam pelayanan kita? Dengan adanya kekuatan dan kasih Kristus yang kita terima, kita dimampukan untuk menghadapi macam-macam situasi yang sulit yaitu kita bertemu dengan orang-orang Papua dan yang dihimpit dengan berbagai macam belenggu. Masih ada belenggu-belenggu lama, kepercayaan-kepercayaan  yang membuat orang takut terus menerus. Takut akan magi ini dan magi itu. Tetapi ada juga belenggu-belenggu baru yaitu belenggu ekonomi, sosial dan politik  yang terus menrus mengganggu kebersamaan hidup kita. Terhadap realitas demikian, bagaimana kita dituntut untuk menanggapinya sebagai orang-orang yang diutus oleh Kristus. Sebagai orang-orang yang harus menampilkan wajah Kristus yang tidak lain adalah kasih Allah. Karena itu baiklah kita mendekatkan diri dengan Kristus dan terus mendengar bisikannya agar kita semakin layak untuk mewartakan namaNya.

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: