Menjelang Penerimaan Jubah

13 Sep

Daniel Gobay OFM (Novis)

 

Perjalanan hidup ini merupakan sebuah misteri hanya dengan melihat, orang dapat terpesona. Hanya dengan mendengar orang bisa percaya. Hanya dengan memberi perhatian, orang akan jatuh cinta.

Rabu 25 Juli 2012 sekitar pukul 16 00 WIT, kami para calon novis memulai masa retret. Tempat retret kami di Novisiat Laverna. Selama masa retret pembimbing kami adalah Diakon Timotius Safire OFM. Tema umum yang diangkat adalah karya Fransiskus dan generasinya, di zaman kini dan masa mendatang berdasarkan Injil Yesus Kristus dan budaya setempat. Bagi saya, masa retret berarti menarik diri dari kesibukan sehari-hari, dari keramaian dunia, dan memusatkan perhatian pada hubungan kita dengan Allah. Tujuan retret ini adalah bertemu dengan diri sendiri sebagai generasi Fransiskus yang dipanggil Allah untuk meneruskan karya Allah, misi penyelamatan bagi segalah mahkluk. Agar menemukan diri yang sebenarnnya secara khusus. Bertolak dari tema diatas ada beberapa poin dalam menjalani masa retret ini yang kami terima yaitu hidup tanpa milik, dalam kemurnian dan ketaatan, penerimaan seorang saudara, budaya Papua, dll.

Dalam hal penerimaan seorang saudara dan pakaian pertobatan, Fransiskus berpesan jika seorang didorong oleh ilham ilahi untuk menganut cara hidup ini dan datang kepada saudara-saudara, hendaklah orang itu diterima dengan ramah. Penerimaan seorang saudara ditandai oleh jubah pertobatan. Jubah pertobatan yang kami kenakan ini mengingatkan kami akan pertobatan Bapa Fransiskus. Apakah kami juga seperti begitu? Dari syaring-syaring pribadi kami hal ini belum seperti Bapak Fransiskus namun teladan dan semangatnya itu yang ingin jalani. Pertobatan berarti coba menarik diri dari keramaian dunia ini dan menuju pada keheningan hidup, coba mendengarkan suara Tuhan berbicara dalam keheningan ini. Begitulah sharing kami tentang pertobatan.

Masa Novisiat ialah masa dimana kita mau menarik diri dari keramaian dunia ini untuk mencari kerajaan Allah serta bagaimana suara Tuhan berkata pada keheningan-keheningan itu, itu yang dimakan masa percoabaan yang dilambangkan dengan jubah pertobatan yang kami terima kapelah Santa Clara pada tanggal 1 sore. Sehingga wujud pertobatan kami seperti diatas penerimaan jubah percobaan, kasih Bapak Fransiskus sangat besar untuk anak-anaknya, sesuai dengan hukum cinta kasih (bdk Mks 12 : 28-31). Sekian terimakasih wa wa wa.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: